1000 Personil Batalyon Vaksinator TNI POLRI NTB siap Memerangi Covid-19

MATARAM – Petugas Vaksin/Vaksinator dari TNI, Polri dan tenaga kesehatan yang berasal dari Polda NTB,Korem 162 Wira bhakti, Rumah Sakit Daerah dan Swasta yang ada di NTB sudah dilatih dan secara resmi di kukuhkan.

Pelatihan ini merupakan Kerjasama antara Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB, dan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi NTB.

Tenaga vaksin yang dilatih hari ini di lapangan tenis Polda NTB, Selasa (2/3/2021) langsung dijadikan sebagai anggota Batalyon Vaksinator Provinsi NTB.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. ucapkan terimakasih yang tiada terhingga kepada TNI dan Polri yang selalu bersinergi dan terus hadir membantu pemerintah memerangi Covid-19 di NTB.

Pesannya untuk anggota Batalyon Vaksinator Provinsi NTB yang akan bertugas di lapangan agar betul-betul melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“saya sangat mengapresiasi terobosan kreatif/Inovasi Polda NTB membentuk Batalyon Vaksinator TNI-POLRI , utk mempercepat pencapaian target vaksinasi 75% populasi penduduk NTB dalam tahun ini”, ungkapnya.

“saya yakin masyarakat sudah cukup paham dengan kondisi sekarang ini, bahkan sudah banyak masyarakat yang mengantri untuk di vaksin,” jelasnya usai menutup acara pelatihan Vaksinator di lapangan tenis Polda NTB, jalan Langko, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (2/3/2021)

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) menjelaskan bahwa Batalyon Vaksinator Covid-19 ini sengaja di bentuk sebagai serdadu yang akan melawan covid-19, melalui program vaksinasi yg sedang dilaksanakan oleh pemerintah utk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Orang nomor satu di Polda NTB itu mengibaratkan vaksin dan virus ini sama seperti MotoGP, mereka berlomba menuju garis finis, jika vaksin disegerakan sampai kemasyarakat maka virus akan tertinggal dan tidak sempat menular ke masyarakat, itu sebabnya dia bentuk Batalyon Vaksinator Covid-19 di NTB ini, agar virus tidak mendahului vaksin menuju masyarakat.

“rencananya vaksin tahap ketiga akan dilaksanakan mulai Mei 2021, untuk mempersipakan segalanya, petugas vaksin harus di latih dulu, supaya lebih profesional dan maximal melayani dan membantu masyarakat ,” jelas Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K, MH waktu membuka acara pelatihan.

Ribuan Vaksinator yang terdiri dari petugas medis dari unsur TNI, Polri, dan perawat Rumah Sakit yang ada di NTB, dilatih agar mereka lebih siap melakukan vaksinasi terhadap masyarakat dilapangan nanti.

Selain petugas medis dari unsur TNI, POLRI, dan petugas medis dari 30 RSUD dan Swasta, petugas medis dari 175 Puskesmas dan 9 Klinik serta 11 dinas kesehatan kabupaten/kota juga 9 Klinik Pratama yang ada di NTB mengikuti pelatihan tersebut.

Kepala dinas kesehatan Provinsi NTB dr H Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, pelakasanaan vaksin dimasyarakat akan menggunakan dua metode, yakni metode jemput bola dan pelaksanaan vaksin di Puskesmas dan posyandu yang ada.

“Prosedur vaksin untuk masyarakat nanti masih sama dengan metode vaksin sebelumnya, yakni melalui 4 tahapan,” jelasnya

Tahapan pertama, orang yang akan disuntik vaksin harus lolos verifikasi pendaftaran melalui aplikasi Pcare atau manual, Kemudian ke pos dua untuk skrining dan anamnase. Di pos ini calon penerima vaksin akan diperiksa secara detail termasuk ada tidaknya penyakit penyerta (comorbid).

Jika lolos di pos dua, maka tahapan berikutnya adalah pemberian vaksin corona yang berada di pos tiga. Usai disuntik, penerima vaksin akan menjalani masa observasi selama 30 menit di pos empat. Observasi ini untuk melihat gejala klinis yang muncul setelah pemberian vaksin atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kepala Biddokes Polda NTB Kombes Pol dr Erwin Zaenul Hakim selaku komandan Batalyon Vaksinator TNI POLRI Prov NTB menambahkan bahwa, anggota Batalyon Vaksinator Covid-19 provinsi NTB, selain sebagai petugas vaksin mereka juga akan melakukan berbagai upaya agar masyarakat dapat divaksin, dan melakukan pendekatan humanis.

“suatu saat orang masyarakat akan berbondong bondong mencari vaksin, seperti di Jakarta sekarang, orang sampai mengantri untuk mendapatkan vaksin,” jelasnya

Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi NTB Ali Wardana, SKM, M.Si. selaku penyelenggara pelatihan, melaksanakan pelatihan untuk 1172 anggota batalyon vaksinator provinsi NTB (vaksinator/red) terpusat di kantor Bapelkes Provinsi NTB, menggunakan aplikasi Zoom.

Seluruh anggota batalyon vaksinator provinsi NTB yang mengikuti pelatihan melalui daring, terlihat fokus mengikuti paparan materi yang di sampaikan oleh beberapa pemateri yang disiapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *